DEPOK – Korps Brimob Polri terus memperkuat profesionalisme personel melalui peningkatan kompetensi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Setelah menjalani rangkaian pembelajaran teori dan praktik selama 12 hari, Pelatihan Sistem Jaringan Komunikasi Radio dan Data bagi Personel Korbrimob Polri Tahun Anggaran 2026 resmi ditutup pada Jumat (23/10/2026).
Kegiatan penutupan dipimpin oleh Plt. Kabid TIK Korbrimob Polri, Kombes Pol. M. Aries Purwanto, serta dihadiri para Perwira Menengah (Pamen), Perwira Pertama (Pama), instruktur, dan seluruh peserta pelatihan. Sebanyak 30 personel dari jajaran Korbrimob Polri telah mengikuti pelatihan yang berlangsung sejak 8 Oktober 2026 dengan dukungan 10 instruktur Bidang TIK Korbrimob Polri.
Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan personel untuk mengoperasikan, memprogram, serta memelihara perangkat dan jaringan komunikasi radio dan data. Selama kegiatan, peserta memperoleh pembekalan sebanyak 89 jam pelajaran (JP), mencakup dasar komunikasi radio, pengoperasian dan pemrograman alat komunikasi radio, pengenalan perangkat Dicom RF 23, GTR 8000, DVRS, dan AR 20, hingga dasar operator radio serta kelistrikan jaringan komunikasi.
Dalam arahannya, Kombes Pol. M. Aries Purwanto menekankan bahwa penguasaan teknologi komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran koordinasi dan pengendalian tugas operasional Korbrimob Polri.
“Saya harap ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi dapat diterapkan secara nyata di satuan masing-masing.” Tegas Kombes Pol. M. Aries Purwanto.
Para peserta juga telah menjalani evaluasi melalui pre-test, ujian teori, ujian praktik, dan post-test untuk mengukur pemahaman serta kemampuan teknis yang diperoleh selama pelatihan. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan personel untuk mengaplikasikan kompetensi yang telah dipelajari sesuai kebutuhan tugas di lapangan.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, seluruh peserta diharapkan mampu menjadi personel yang lebih terampil, adaptif, dan bertanggung jawab dalam mengelola sarana komunikasi. Pemeliharaan perangkat, ketepatan pengoperasian, serta pemanfaatan teknologi secara optimal juga menjadi perhatian penting guna menjaga keandalan sistem komunikasi dalam setiap pelaksanaan tugas.







